dalam dunia idol grup yang penuh persaingan, tak jarang bahkan sesama member dalam satu grup sekalipun terdapat pula rivalitas. hal sebenarnya ditujukan untuk membesarkan kemampuan dan kapasitas member idol grup itu sendiri. walau terkadang saking kerasnya, ikut mempengaruhi fans para member idol grup. hal ini ditampilkan dalam MV single ke 21 Nogizaka46, Jikochu de ikou, " kokoro no monoloque", yang dibawakan oleh shirashi mai dan nishino nanase, dua ace nogizaka46.
dalam MV tersebut, diperlihatkan awalnya, maian merasa tak dihiraukan oleh para member generasi 3, yoshida ayano christie dan iwamoto renka, yang asyik ngobrol dengan nanase, bahkan saking capernya, maian agak berteriak kepada mereka bertiga.
dilain scene, nanase merasa tak hiraukan ketika maian ngobrol bersama seorang teman disebuah kafe. perasaaan dari hasil interpretasi terhadap satu sama lain, menyebabkan keduanya saling mencelakakan satu sama lain, maian menaruh paku payung di sepatu nanase, nanase menaruh saus di minuman maian.
puncaknya mereka saling menyerang secara fisik, yang tak jarang bisa menyebabkan kematian. dalam scene lain, mereka difoto sebagai tersangka tindakan kriminal, dan ternyata cuman bentuk dari pertengkaran mereka di kamar ganti. ketika ayano balik melihat berdua, mereka berpura-pura berbaikan.
MV ini lumayan menampilkan kekerasan, walau tidak terlalu vulgar, namun sebenarnya kritik tentang rivalitas yang terjadi di dunia peridolan. ini terjadi dimana, karena memang awalnya rivalitas digunakan untuk persaingan yang tak jarang berefek negatif. hanya kedewasaan berpikirlah yang bisa meredamnya.
