Mungkin
banyak kawan-kawan bertanya, “ngapain nih sinoval foto sampulnya cewek-cewek
cantik segala??”... mungkin kawan-kawan pernah dengar yang namanya idol
group??? mungkin kawan-kawan langsung mendefinisikan dengan Indonesian idol
yang cenderung instant dalam prosesnya. Tapi tentu saja ini bukan jenis idola
seperti itu. Idol group dalam hal ini adalah idol group Jepang yang membooming
pada tahun 1990an awal, dimulai dengan keberadaan Morning Musume. Pasti
kawan-kawan lagi-lagi berpikir “oohh, itukan girlband??”...bukan..konsep
girl/boyband adalah konsep pasar industri negara-negara barat seperti halnya
Amerika Serikat. Dan dalam konsep idola jepang ada aturan ketat bahkan
cenderung keras mengenai kehidupan pribadi sipersonel yang disebut “golden rules”. Aturan ini merupakan
aturan tak resmi di setiap idol grup yang sebenarnya ingin merubah
seseorangyang bahkan biasa-biasa saja bahkan cenderung muram menjadi
seseorangyang punya talenta banyak, baik itu menyanyi, akting, variety show,dan
kemampuan lainnya.
Tapi tentu saja seberapa besarnya talenta itu,
tak akan ada artinya sama sekali tanpa kehadiran sekelompokorang yang disebut
fans atau pengemar. Ini dibuktikan dengan keberadaan “idola-idola jalanan “
pada tahun 2000-an yang bertebaran di kawasan akihabara, tempat para pengemar
film animasi/manga yang disebut otaku. Para idola jalanan tersebut terkadang
mendapatkan fans yang sering berasal dari para otaku tersebut karena mereka
juga mengenakan cosplay yang saat itu sedang boomingnya Harajuku style. Dan itu
juga yang mengilhami seorangproduser rekaman dan televisi sekaligus penulis
lirik, penulis skenario televisi,dan sutradara film jepang, yang juga pernah
mendirikan idol group onyako club pada tahun 1980-an, Yasushi Akimoto. Berikut
profilnya:
Akimoto
mulai menulis sejak di kelas dua sekolah menengah atas, sekitar musim dingin
1973.Ketika belajar untuk ulangan, dia mendengarkan acara komedian Mitsuo Senda
diradio Nippon Broadcasting System."Kalau cuma begitu, aku juga
bisa,"pikirnya. Di buku catatan ditulisnya parodi Hikayat Heike dengan Senda
sebagai pemeran utama, panjangnya 20 halaman. Tulisan itu dibaca teman sekelas
yang lalu mengirimkannya ke radio Nippon Broadcasting System. Ia dipanggil Koushin
Okuyama untuk main-main kestudio.
Setelah sering mondar-mandir ke
studio, Okuyama menerimanya sebagai murid, sebelum nantinya diterima sebagai
anggota penulis radio O.K.Production. Ia terus aktif menulis untuk naskah
ketika melanjutkan ke Fakultas Sastra Universitas Chuo hingga hampir-hampir
tidak pernah masuk kuliah. Setelah mendapat cukup penghasilan, diputuskannya
untuk berhenti kuliah dan hidup sebagai penulis naskah. Kariernya di bidang
penulisan lirik dimulai setelah ia diperkenalkan kepada Ichirou Asazuma. Fuji Pacific
Music kemudian mengontraknya sebagai penulis lirik. Kesempatan datang pada tahun
1981 ketika dirinya dipercayakan menulis lirik untuk lagu sisi B singel
Alfee,"Toori Ame".Lagu "Kotoba ni Shitakunai Tenki"
ditulisnya bersama dua anggota Alfee, Kōnosuke Sakazaki dan Toshihiko Takamizawa.Pada
tahun berikutnya, nama Yasushi Akimoto mulai dikenal orang setelah menulis
lirik untuk lagu ciptaan Kyouhei Tsutsumi,"Dramatic Rain" untuk
singel Junichi Inagaki.Pengalaman sebagai penulis lirik dan naskah penyiaran
ditulisnya dalam autobiografi "Saraba Mercedes" yang diterbitkan
padatahun 1988 .Naskah acara televisi yang ditulisnya adalah All Night Fuji dan
Yuuyake Nyan Nyan. Ia sering disebut sebagai tokoh yang mengorbitkanTunnels dan
Onyanko Club. Namun menurut penjelasannya, kedua grup tersebut bukan hasil
karya sendiri, melainkan hasil kerjasama dengan orang lain.
Sejak
April 2005, Akimoto menjabat dosen Fakultas Seni Universitas Seni dan Desain
Kyotodansejak 1 April 2007 sebagai wakil rektor. Karena itu Yasushi Akimoto
dipanggil Akimoto sensei ( Profesor akimoto). Walaupun Akimoto sensei adalah
seorang produser, namun sebagai seorang ilmuwan dan juga guru,yang juga
menggunakan data dan fakta dilapangan seperti hal yang diungkapkan mengenai konsep
idola dalam melihat fakta berikut ini:
“Konsepsinya ada
beberapa tahun yang lalu. Soalnya [saya] terus menerus bekerja ditelevisi.
[Saya] sepertinya merasa iri dengan teater kecil atau bandrock yang tidak bisa
dilihat di layar kaca, penontonnya sengaja jauh-jauh datang untuk melihat
mereka. Kalau televisi, tombol ditekan saja sudah bisa ditonton, tapi menonton
pentas teater kecil atau bandrock perlu waktu dan uang. Penonton terus
bertambah, seperti 10 orang jadi 20 orang, 20 orang jadi 40 orang, 40 orang
jadi 80 orang.Penonton "repeater" juga banyak karena [mereka]
meminati"materi yang menusuk". Awalnya saya berpikir ingin membuat teater
kecil gaya saya, ingin setiap hari mengadakan pertunjukan.Maunya membuat revue yang
mempertontonkan lagu dan tari, tapi akhirnya lahir konsep "idola yang bisa
ditemui".
Dan
konsep itu akhirnya pada akhir 2005 melahirkan sebuah proyek yang akan menjadi
sebuah fenomena sosial paling terkenal: Akihabara48 atau kemudian dikenal
dengan nama AKB48.
AKB48: proses panjang yang melawan arus
Dibandingkan
dengan idol grup-idol Jepang lainnya, Proyek AKB48 yang lahir bersama teaternya
yakni 8 Desember 2005, adalah proyek idol grup yang dimana dalam konsep “idola
yang dapat ditemui hampir setiap hari” diwujudkan dalam sebuat tempat yakni
teater. Sebenarnya ada juga teater yang dimana juga mirip dengan konsep AKB48 yakni
Takarazuka revue. Bahkan konsep pembagian team AKB48 yakni team A, K, B mirip
sekali dengan pembagian team hanagumi, tsuki-gumi, yukigumi di Takarazuka.
Hanya saja di dalam pertunjukan teaternya, AKB48 menampilkan lagu, tari dan
sialog (MC) antar member (sebutan personelAKB48). Pertunjukan ini umumnya
dilakukan 16 orang, dan berlangsungselama 2 jam. Pertunjukan teater AKB48
memiliki format tetap. Sejak pertunjukan Tim A tahapke-6 (A6th), Tim K tahap
ke-6 (K6th), dan Tim B tahap ke-5 (B5th),siswi pelatihan ditampilkan sebagai
gadis pembuka yang menyanyi sebelum diputarnya "Overture" tanda
dimulainya konser.Pertunjukan A6th dan K6th menampilkan lebih dari seorang
siswi pelatihan (oleh karena itu disebut ZenzaGirls ;B5th hanya menampilkan
seorang siswi pelatihan (ZenzaGirl).Setelah pertunjukan selesai, anggota/siswi
pelatihan menunggu di luar teater untuk melakukan salam highfive(bahasaJepang:
hightouch)satu per satu dengan para penonton. Berikut format acaranya :
1.Pengumuman
prakonser, dibawakan secara bergantian oleh anggota
2.
Overture
3.
Lagu bersama (sekitar 4 lagu)
4.Perkenalan
diri dan tema hari itu
5.
Lagu unit (sekitar 5 lagu)
6.MC
(bincang-bincang antarbeberapa anggota)
7.Lagu bersama(sekitar 3 lagu)
8.MC (seluruh anggota tim, dibagi
menjadi 2 kelompok)
9.Lagu bersama(1 lagu)
10.(Ancora)
11.Lagu bersama (sekitar 2 lagu)
12. Ucapan terima kasih atas
permintaan ancora
13.Lagu bersama (1 lagu)
14. Ucapan perpisahan
15. Pengumuman berakhirnya
pertunjukan, dibawakan secara bergantian oleh anggota
Keunikan
lainnya adalah selain ada efek panggung, ada juga perayaan ulang tahun seorang
atau bisa dua orang member tergantung waktu ulang tahun simember tersebut.
Selain mendapatkan karangan bunga dari fans, ada juga moment yang terkadang
rada emosional, seperti pembacaan surat dari sahabat member atau keluarga sang
member. Tapi terkadang ada hal lebih sangat mengejutkan, yakni
pengumuman“kelulusan” sang member dari AKB48. Kelulusan yang dimaksudadalah
keluarnya member dari AKB48. Dan tentu saja hal ini memancing kesedihan para
kawan-kawan dan beberapa fans simember yang selalu bersama-sama bertahun-tahun.Namun,
bagi Akimoto Sensei AKB adalah sebuah tempat pelatihan untuk seseorang yang apa
bila sudah siap dan menemukan talenta serta bakatnya, maka bila member ingin
berkarir solo dari AKB, sudah tidak ada lagi yang bisa menahannya.
Hal ini terjadi kepada seorang
member yang bisa dibilang sebagai Aces atau bintang utama AKB48 yakni Maeda
Atsuko atau Acchan. Sebagai member generasi awal, Acchan sendiri menurut saya
adalah sebuah fenomena, karena pada awal berdirinyaAKB48, dia adalah member
yang terlihat muram, tidak bisa menyanyi, cenderung tidak percaya diri, selalu
ingin dibelakang orang lain danbukan orang bertipe ceria. Setiap pulang sekolah
Acchan hanya berdiam diri sambil membaca manga atau melakukan hobinya : tidur.
(persis kayak Nobita difilm animasi Doraemon...:P). namun suatu perubahan
terjadi ketika dilhat melihat poster proyek Akihabara48 (sebelum menjadi member
AKB48), yang terdapat kalimat dari Akimoto sensei yang menarik baginya: “saya
ingin bertemu dengan diri anda yang sesungguhnya”. Hal ini menarik bagi dia dan
diungkapkan kepada ibunya. Tentu saja hal ini mengejutkan bagi ibunya. Dan
bahkan manajer AKB48 Togasaki, yang ikut mengaudisinya melihat bahwa Acchan
adalah orang yang membosankan dan menyedihkan. Namun akhirnya diterima dan bahkan
dijadikan sebagai bintang pertunjukan. Hal ini bahkan ditentang keras oleh
Acchan sendiri, ketika dia diberi tahu sebagai bintang pertunjukan.
Namun, seorang Akimoto sensei yang
mungkindidasarkan kemampuan intektual dan prakteknya sebagai produser, tetap
menjadikan sebagai bintang. Dan akhirnya banyak yang meliriknya sebagai pemeran
dalam beberapa serial drama bahkan drama prime time. Bayangkan, bagaimana bisa
seorang yang tadinya tak punya masa depan,menjadi seorang bintang, itu hal yang
memang perlu “dipaksakan”terhadap seorang Acchan. Andaikata Akimoto sensei
mengalah dengan kehendak Acchan yang tak mau dijadikan bintang dan terus
menerus menjadi introvert, tentu saja orang-orang tak akan pernah mengenal
seorang Maeda Atsuko. Dan ketika dia menyatakan lulus, banyak member.Fans
bahkan seorang Akimoto sensei menangis, sedih bahkan seperti bahasa anak ABG
zaman sekarang...mengalau...tapi itulah AKB48. Harus mampu berkembang dengan
membiarkan bintang pertunjukannya memilih jalan hidupnya sendiri dan memberikan
kesempatan bagi member lainuntuk menunjukan potensinya sebagai bintang
pertunjukan.
AKB48 Pasca Kelulusan Acchan
AKB48
sendiri mempunyai member yang berpotensi sebagai bintang pertunjukan,seperti
Oshima Yuko, seseorang yang pernah mengalah Acchan dalam sebuah event pemilihan
Center disebuah single yang disebut Senbatsu Sonsenkyo, ditahun 2010. Namun,
akhir tahun 2013 lalu ada berita mengejutkan, Yuko pun akhirnya lulus juga.
Namun ternyata memang AKB48 harus keluar dari kotaknya. Dengan potensi yang
berada disister-sister grupnya seperti SKE48, NMB, dan HKT, akhirnya AKB48 melahirkan
single yang untuk pertama kali centrenya berasal dari luar AKB48, yakni
Sashihara Rino dari HKT48. Dan single lagunya cukup terkenal bahkan dijadikan
judul sinetron diindonesia, “FortuneCookie” (kue ramalan). Ini memperlihatkan
AKB48 tak bergantung kepada Acchan lagi, tapi kepada kolektifitas membernya,
dan tentusaja yang paling penting, dukungan Fansnya. Namun sebagai kelompokyang
berada ditengah dunia pertunjukan, tentu saja sering dijadikan ajang sasarang
empuk bagi media gosip hiburan yang mengandalkan sensasi bahkan “golden rules”
idola Jepang.
Salah satu korban dari media gosip
ini adalah Minegishi Minami yang melanggar salah satu golden rules idola
jepang, yakni berpacaran. Saking kejamnya pemberitaan itu hingga membuat
Minegishi mencukur rambutnya hinggaplontos!! bagi saya yang harus bertanggung
jawab adalah media provokator yang mengeksploitasi batasan-batasan diidola
Jepang. Namunitu juga tergantung dari Fans juga, yang harusnya mau mengerti
bahwaseorang idola juga manusia, yang punya rasa cinta dan ingin memadu asmara.
Namun demikian aturan-aturan yang bahkan melarang sang memberbalas komen di
media sosial sekalipun (benar-benar ekstrem!!) membuat hubungan solidaritas
antar para member semakin erat bahkan seperti keluarganya sendiri.
Saat ini AKB48 mulai membuat team 8 yang agak berbeda
dengan konsep awalnya , dimana team 8 akan berkonser ditiapperfektur (daerah
administrasi diJepang). Selain itu ada beberapamember yang bisa menjadi Aces
selain Sashihara Rino, yakni Watanabe Mayu. Banyak sekali
hal-hal yang menarik dari AKB48. Misalkan kisah seorang member AKB48 yang masuk
AKB48 tidak melalui proses Audisi dan bahkan pernah di Audisi pertama. Shinoda
Mariko atau dengan panggilan Mariko-sama. Walau gagal dalam Audisi generasi
pertama, Mariko-sama tidak menyerah. Dan demi menyokong hidupnya di Tokyo yang
mahal, Mariko-sama bekerja di kafe AKB48 dan juga sebagai staff AKB48.
Diwaktu
masa-masa sulit AKB, Mariko-sama ikut membantu menyebarkan brosur guna menarik
pengunjung teater AKB48. Dia juga sangat dekat dengan pengunjung teater yang
akhirnya memilih dia sebagai orang terfavoritdi AKB48, walau dia bukan member
AKB48. Akhirnya pada tanggal 18 Januari 2006, Mariko-sama didatangi Akimoto
sensei untuk di berikankesempatan sebagai member AKB48 dengan syarat
menghafalkan 12 lagu berikut koreografinya dengan batas waktu hanya 4 hari!! Dan
Mariko-sama berlatih, hingga akhirnya berhasil diterima pada tanggal 22 Januari
2006. Aki-P pun memberikan alasannya,”sebenarnya banyak sekali member AKB48.,
yang makin membuat grup ini berbeda dengan group lainnya. Namun itu saya berikan
kesempatan untuk mencarinya sendiri, karena belajar dari pengalaman seseorang
yang berdasarkan kerja kerasnya, proses perubahan seseorang, harusnya dijadikan
bahan pembelajaran”
karena ini menyangkut proses
pembangunan kesadaran sesorang. Memang, ini hanya cuman dunia hiburan... tapi
terbukti toh itu bisa merubah seseorang.. pertanyaan saya, maukah kita belajar
dari AKB48??? Maukah kita memahami sebuah proses yang menciptakan yang baru
tanpa perlu berpandangan sempit??
No comments:
Post a Comment