Friday, September 9, 2016

AKB48group: fenomena sosial dunia pertunjukan



Mungkin banyak kawan-kawan bertanya, “ngapain nih sinoval foto sampulnya cewek-cewek cantik segala??”... mungkin kawan-kawan pernah dengar yang namanya idol group??? mungkin kawan-kawan langsung mendefinisikan dengan Indonesian idol yang cenderung instant dalam prosesnya. Tapi tentu saja ini bukan jenis idola seperti itu. Idol group dalam hal ini adalah idol group Jepang yang membooming pada tahun 1990an awal, dimulai dengan keberadaan Morning Musume. Pasti kawan-kawan lagi-lagi berpikir “oohh, itukan girlband??”...bukan..konsep girl/boyband adalah konsep pasar industri negara-negara barat seperti halnya Amerika Serikat. Dan dalam konsep idola jepang ada aturan ketat bahkan cenderung keras mengenai kehidupan pribadi sipersonel yang disebut “golden rules”. Aturan ini merupakan aturan tak resmi di setiap idol grup yang sebenarnya ingin merubah seseorangyang bahkan biasa-biasa saja bahkan cenderung muram menjadi seseorangyang punya talenta banyak, baik itu menyanyi, akting, variety show,dan kemampuan lainnya.
 Tapi tentu saja seberapa besarnya talenta itu, tak akan ada artinya sama sekali tanpa kehadiran sekelompokorang yang disebut fans atau pengemar. Ini dibuktikan dengan keberadaan “idola-idola jalanan “ pada tahun 2000-an yang bertebaran di kawasan akihabara, tempat para pengemar film animasi/manga yang disebut otaku. Para idola jalanan tersebut terkadang mendapatkan fans yang sering berasal dari para otaku tersebut karena mereka juga mengenakan cosplay yang saat itu sedang boomingnya Harajuku style. Dan itu juga yang mengilhami seorangproduser rekaman dan televisi sekaligus penulis lirik, penulis skenario televisi,dan sutradara film jepang, yang juga pernah mendirikan idol group onyako club pada tahun 1980-an, Yasushi Akimoto. Berikut profilnya:

Akimoto mulai menulis sejak di kelas dua sekolah menengah atas, sekitar musim dingin 1973.Ketika belajar untuk ulangan, dia mendengarkan acara komedian Mitsuo Senda diradio Nippon Broadcasting System."Kalau cuma begitu, aku juga bisa,"pikirnya. Di buku catatan ditulisnya parodi Hikayat Heike dengan Senda sebagai pemeran utama, panjangnya 20 halaman. Tulisan itu dibaca teman sekelas yang lalu mengirimkannya ke radio Nippon Broadcasting System. Ia dipanggil Koushin Okuyama untuk main-main kestudio.
Setelah sering mondar-mandir ke studio, Okuyama menerimanya sebagai murid, sebelum nantinya diterima sebagai anggota penulis radio O.K.Production. Ia terus aktif menulis untuk naskah ketika melanjutkan ke Fakultas Sastra Universitas Chuo hingga hampir-hampir tidak pernah masuk kuliah. Setelah mendapat cukup penghasilan, diputuskannya untuk berhenti kuliah dan hidup sebagai penulis naskah. Kariernya di bidang penulisan lirik dimulai setelah ia diperkenalkan kepada Ichirou Asazuma. Fuji Pacific Music kemudian mengontraknya sebagai penulis lirik. Kesempatan datang pada tahun 1981 ketika dirinya dipercayakan menulis lirik untuk lagu sisi B singel Alfee,"Toori Ame".Lagu "Kotoba ni Shitakunai Tenki" ditulisnya bersama dua anggota Alfee, Kōnosuke Sakazaki dan Toshihiko Takamizawa.Pada tahun berikutnya, nama Yasushi Akimoto mulai dikenal orang setelah menulis lirik untuk lagu ciptaan Kyouhei Tsutsumi,"Dramatic Rain" untuk singel Junichi Inagaki.Pengalaman sebagai penulis lirik dan naskah penyiaran ditulisnya dalam autobiografi "Saraba Mercedes" yang diterbitkan padatahun 1988 .Naskah acara televisi yang ditulisnya adalah All Night Fuji dan Yuuyake Nyan Nyan. Ia sering disebut sebagai tokoh yang mengorbitkanTunnels dan Onyanko Club. Namun menurut penjelasannya, kedua grup tersebut bukan hasil karya sendiri, melainkan hasil kerjasama dengan orang lain.

Sejak April 2005, Akimoto menjabat dosen Fakultas Seni Universitas Seni dan Desain Kyotodansejak 1 April 2007 sebagai wakil rektor. Karena itu Yasushi Akimoto dipanggil Akimoto sensei ( Profesor akimoto). Walaupun Akimoto sensei adalah seorang produser, namun sebagai seorang ilmuwan dan juga guru,yang juga menggunakan data dan fakta dilapangan seperti hal yang diungkapkan mengenai konsep idola dalam melihat fakta berikut ini:

“Konsepsinya ada beberapa tahun yang lalu. Soalnya [saya] terus menerus bekerja ditelevisi. [Saya] sepertinya merasa iri dengan teater kecil atau bandrock yang tidak bisa dilihat di layar kaca, penontonnya sengaja jauh-jauh datang untuk melihat mereka. Kalau televisi, tombol ditekan saja sudah bisa ditonton, tapi menonton pentas teater kecil atau bandrock perlu waktu dan uang. Penonton terus bertambah, seperti 10 orang jadi 20 orang, 20 orang jadi 40 orang, 40 orang jadi 80 orang.Penonton "repeater" juga banyak karena [mereka] meminati"materi yang menusuk". Awalnya saya berpikir ingin membuat teater kecil gaya saya, ingin setiap hari mengadakan pertunjukan.Maunya membuat revue yang mempertontonkan lagu dan tari, tapi akhirnya lahir konsep "idola yang bisa ditemui".
Dan konsep itu akhirnya pada akhir 2005 melahirkan sebuah proyek yang akan menjadi sebuah fenomena sosial paling terkenal: Akihabara48 atau kemudian dikenal dengan nama AKB48.

AKB48: proses panjang yang melawan arus


Dibandingkan dengan idol grup-idol Jepang lainnya, Proyek AKB48 yang lahir bersama teaternya yakni 8 Desember 2005, adalah proyek idol grup yang dimana dalam konsep “idola yang dapat ditemui hampir setiap hari” diwujudkan dalam sebuat tempat yakni teater. Sebenarnya ada juga teater yang dimana juga mirip dengan konsep AKB48 yakni Takarazuka revue. Bahkan konsep pembagian team AKB48 yakni team A, K, B mirip sekali dengan pembagian team hanagumi, tsuki-gumi, yukigumi di Takarazuka. Hanya saja di dalam pertunjukan teaternya, AKB48 menampilkan lagu, tari dan sialog (MC) antar member (sebutan personelAKB48). Pertunjukan ini umumnya dilakukan 16 orang, dan berlangsungselama 2 jam. Pertunjukan teater AKB48 memiliki format tetap. Sejak pertunjukan Tim A tahapke-6 (A6th), Tim K tahap ke-6 (K6th), dan Tim B tahap ke-5 (B5th),siswi pelatihan ditampilkan sebagai gadis pembuka yang menyanyi sebelum diputarnya "Overture" tanda dimulainya konser.Pertunjukan A6th dan K6th menampilkan lebih dari seorang siswi pelatihan (oleh karena itu disebut ZenzaGirls ;B5th hanya menampilkan seorang siswi pelatihan (ZenzaGirl).Setelah pertunjukan selesai, anggota/siswi pelatihan menunggu di luar teater untuk melakukan salam highfive(bahasaJepang: hightouch)satu per satu dengan para penonton. Berikut format acaranya :


            1.Pengumuman prakonser, dibawakan secara bergantian oleh anggota
            2. Overture
            3. Lagu bersama (sekitar 4 lagu)
            4.Perkenalan diri dan tema hari itu
            5. Lagu unit (sekitar 5 lagu)
            6.MC (bincang-bincang antarbeberapa anggota) 
7.Lagu bersama(sekitar 3 lagu)
8.MC (seluruh anggota tim, dibagi menjadi 2 kelompok)
9.Lagu bersama(1 lagu)
10.(Ancora)
11.Lagu bersama (sekitar 2 lagu)
12. Ucapan terima kasih atas permintaan ancora
13.Lagu bersama (1 lagu)
14. Ucapan perpisahan
15. Pengumuman berakhirnya pertunjukan, dibawakan secara bergantian oleh anggota

Keunikan lainnya adalah selain ada efek panggung, ada juga perayaan ulang tahun seorang atau bisa dua orang member tergantung waktu ulang tahun simember tersebut. Selain mendapatkan karangan bunga dari fans, ada juga moment yang terkadang rada emosional, seperti pembacaan surat dari sahabat member atau keluarga sang member. Tapi terkadang ada hal lebih sangat mengejutkan, yakni pengumuman“kelulusan” sang member dari AKB48. Kelulusan yang dimaksudadalah keluarnya member dari AKB48. Dan tentu saja hal ini memancing kesedihan para kawan-kawan dan beberapa fans simember yang selalu bersama-sama bertahun-tahun.Namun, bagi Akimoto Sensei AKB adalah sebuah tempat pelatihan untuk seseorang yang apa bila sudah siap dan menemukan talenta serta bakatnya, maka bila member ingin berkarir solo dari AKB, sudah tidak ada lagi yang bisa menahannya.
Hal ini terjadi kepada seorang member yang bisa dibilang sebagai Aces atau bintang utama AKB48 yakni Maeda Atsuko atau Acchan. Sebagai member generasi awal, Acchan sendiri menurut saya adalah sebuah fenomena, karena pada awal berdirinyaAKB48, dia adalah member yang terlihat muram, tidak bisa menyanyi, cenderung tidak percaya diri, selalu ingin dibelakang orang lain danbukan orang bertipe ceria. Setiap pulang sekolah Acchan hanya berdiam diri sambil membaca manga atau melakukan hobinya : tidur. (persis kayak Nobita difilm animasi Doraemon...:P). namun suatu perubahan terjadi ketika dilhat melihat poster proyek Akihabara48 (sebelum menjadi member AKB48), yang terdapat kalimat dari Akimoto sensei yang menarik baginya: “saya ingin bertemu dengan diri anda yang sesungguhnya”. Hal ini menarik bagi dia dan diungkapkan kepada ibunya. Tentu saja hal ini mengejutkan bagi ibunya. Dan bahkan manajer AKB48 Togasaki, yang ikut mengaudisinya melihat bahwa Acchan adalah orang yang membosankan dan menyedihkan. Namun akhirnya diterima dan bahkan dijadikan sebagai bintang pertunjukan. Hal ini bahkan ditentang keras oleh Acchan sendiri, ketika dia diberi tahu sebagai bintang pertunjukan.
 Namun, seorang Akimoto sensei yang mungkindidasarkan kemampuan intektual dan prakteknya sebagai produser, tetap menjadikan sebagai bintang. Dan akhirnya banyak yang meliriknya sebagai pemeran dalam beberapa serial drama bahkan drama prime time. Bayangkan, bagaimana bisa seorang yang tadinya tak punya masa depan,menjadi seorang bintang, itu hal yang memang perlu “dipaksakan”terhadap seorang Acchan. Andaikata Akimoto sensei mengalah dengan kehendak Acchan yang tak mau dijadikan bintang dan terus menerus menjadi introvert, tentu saja orang-orang tak akan pernah mengenal seorang Maeda Atsuko. Dan ketika dia menyatakan lulus, banyak member.Fans bahkan seorang Akimoto sensei menangis, sedih bahkan seperti bahasa anak ABG zaman sekarang...mengalau...tapi itulah AKB48. Harus mampu berkembang dengan membiarkan bintang pertunjukannya memilih jalan hidupnya sendiri dan memberikan kesempatan bagi member lainuntuk menunjukan potensinya sebagai bintang pertunjukan.

AKB48 Pasca Kelulusan Acchan   


AKB48 sendiri mempunyai member yang berpotensi sebagai bintang pertunjukan,seperti Oshima Yuko, seseorang yang pernah mengalah Acchan dalam sebuah event pemilihan Center disebuah single yang disebut Senbatsu Sonsenkyo, ditahun 2010. Namun, akhir tahun 2013 lalu ada berita mengejutkan, Yuko pun akhirnya lulus juga. Namun ternyata memang AKB48 harus keluar dari kotaknya. Dengan potensi yang berada disister-sister grupnya seperti SKE48, NMB, dan HKT, akhirnya AKB48 melahirkan single yang untuk pertama kali centrenya berasal dari luar AKB48, yakni Sashihara Rino dari HKT48. Dan single lagunya cukup terkenal bahkan dijadikan judul sinetron diindonesia, “FortuneCookie” (kue ramalan). Ini memperlihatkan AKB48 tak bergantung kepada Acchan lagi, tapi kepada kolektifitas membernya, dan tentusaja yang paling penting, dukungan Fansnya. Namun sebagai kelompokyang berada ditengah dunia pertunjukan, tentu saja sering dijadikan ajang sasarang empuk bagi media gosip hiburan yang mengandalkan sensasi bahkan “golden rules” idola Jepang.
Salah satu korban dari media gosip ini adalah Minegishi Minami yang melanggar salah satu golden rules idola jepang, yakni berpacaran. Saking kejamnya pemberitaan itu hingga membuat Minegishi mencukur rambutnya hinggaplontos!! bagi saya yang harus bertanggung jawab adalah media provokator yang mengeksploitasi batasan-batasan diidola Jepang. Namunitu juga tergantung dari Fans juga, yang harusnya mau mengerti bahwaseorang idola juga manusia, yang punya rasa cinta dan ingin memadu asmara. Namun demikian aturan-aturan yang bahkan melarang sang memberbalas komen di media sosial sekalipun (benar-benar ekstrem!!) membuat hubungan solidaritas antar para member semakin erat bahkan seperti keluarganya sendiri.
 Saat ini AKB48 mulai membuat team 8 yang agak berbeda dengan konsep awalnya , dimana team 8 akan berkonser ditiapperfektur (daerah administrasi diJepang). Selain itu ada beberapamember yang bisa menjadi Aces selain Sashihara Rino, yakni Watanabe Mayu. Banyak sekali hal-hal yang menarik dari AKB48. Misalkan kisah seorang member AKB48 yang masuk AKB48 tidak melalui proses Audisi dan bahkan pernah di Audisi pertama. Shinoda Mariko atau dengan panggilan Mariko-sama. Walau gagal dalam Audisi generasi pertama, Mariko-sama tidak menyerah. Dan demi menyokong hidupnya di Tokyo yang mahal, Mariko-sama bekerja di kafe AKB48 dan juga sebagai staff AKB48.
Diwaktu masa-masa sulit AKB, Mariko-sama ikut membantu menyebarkan brosur guna menarik pengunjung teater AKB48. Dia juga sangat dekat dengan pengunjung teater yang akhirnya memilih dia sebagai orang terfavoritdi AKB48, walau dia bukan member AKB48. Akhirnya pada tanggal 18 Januari 2006, Mariko-sama didatangi Akimoto sensei untuk di berikankesempatan sebagai member AKB48 dengan syarat menghafalkan 12 lagu berikut koreografinya dengan batas waktu hanya 4 hari!! Dan Mariko-sama berlatih, hingga akhirnya berhasil diterima pada tanggal 22 Januari 2006. Aki-P pun memberikan alasannya,”sebenarnya banyak sekali member AKB48., yang makin membuat grup ini berbeda dengan group lainnya. Namun itu saya berikan kesempatan untuk mencarinya sendiri, karena belajar dari pengalaman seseorang yang berdasarkan kerja kerasnya, proses perubahan seseorang, harusnya dijadikan bahan pembelajaran”
karena ini menyangkut proses pembangunan kesadaran sesorang. Memang, ini hanya cuman dunia hiburan... tapi terbukti toh itu bisa merubah seseorang.. pertanyaan saya, maukah kita belajar dari AKB48??? Maukah kita memahami sebuah proses yang menciptakan yang baru tanpa perlu berpandangan sempit??

No comments:

Post a Comment